Sebuah Reportase Kenangan
Hitam Putih Baharuddin Lopa: Sebuah Reportase Kenangan membawa pembaca mendekati Lopa melalui cerita-cerita yang kecil, akrab, dan manusiawi. Bukan hanya perkara jabatan dan kasus-kasus hukum besar, tetapi juga cerita tentang seorang pejabat yang mengembalikan uang yang menurutnya bukan haknya; keluarga yang tidak diperkenankan menggunakan mobil dinas; rumah sederhana di kampung; kebiasaannya bekerja hingga larut malam; hubungannya yang unik dengan wartawan; hingga kegelisahannya terhadap hukum dan keadilan.
Dari Pambusuang, kampung pesisir Mandar tempat ia dilahirkan, pembaca mengikuti perjalanan seorang anak Mandar yang tumbuh dalam lingkungan keagamaan dan kebudayaan yang kuat, kemudian memasuki dunia hukum dan pemerintahan. Akar itu terus muncul dalam kehidupan Lopa: dalam pengertiannya tentang siriq atau harga diri, keberanian menghadapi orang kuat, kesetiaan pada hukum, serta keyakinan bahwa hubungan keluarga, kekuasaan, dan kedudukan tidak boleh menghalangi tegaknya keadilan.
Buku ini juga memperlihatkan Lopa melalui suara orang-orang di sekelilingnya—keluarga, sahabat, kolega, bawahan, wartawan, dan mereka yang pernah berurusan langsung dengannya. Salah satu bagian pentingnya adalah wawancara panjang Majalah TEMPO dengan Lopa ketika ia baru diangkat menjadi Menteri Kehakiman dan HAM, yang membuka pandangannya secara langsung mengenai keadaan peradilan, penyuapan, integritas aparatur, dan penegakan hukum.
Karena itu, buku ini tidak berusaha membangun Lopa sebagai tokoh yang jauh dan tanpa cela. Sebaliknya, ia hadir melalui kebiasaan, percakapan, keputusan, kelugasan, bahkan berbagai kisah yang kadang mengundang senyum. Di balik kesederhanaan itulah muncul pertanyaan yang lebih besar: bagaimana seseorang mempertahankan prinsip ketika kekuasaan, fasilitas, kedekatan, dan kepentingan terus mengujinya?
Ditulis oleh Tomi Lebang dan Moch. Hasymi Ibrahim, Hitam Putih Baharuddin Lopa adalah sebuah reportase kenangan tentang seorang manusia, tanah yang membentuknya, dunia hukum yang dijalaninya, dan nilai-nilai yang ditinggalkannya. Buku ini mengajak pembaca bukan hanya mengenang Baharuddin Lopa, tetapi juga membaca kembali makna kejujuran, kesederhanaan, keberanian, dan integritas dalam kehidupan publik. Pengantar buku sendiri menyebut kumpulan reportase ini sebagai kisah-kisah yang terasa ringan dibaca, tetapi membawa pembaca kepada persoalan tanggung jawab moral dan keteladanan.
Kategori: Pustaka Mandar
Dimensi: 15 x 21 cm
Pengantar: Sarwono Kusumaatmadja
Cetakan: I (Pertama)
Edisi: Bahasa Indonesia
Tahun Terbit: April 2026
Penerbit: Teluk Mandar Kreatif
Jenis Kertas: –
Jilid Buku: –
Keterangan Isi: Hitam putih
Ketebalan Buku: 123 halaman
Penulis: Tomi Lebang dan Moch. Hasymi Ibrahim
Harga: e-book gratis
Permintaan e-book atau pdf dengan mengisi tautan ini.

